BEKASI – Kualitas air minum ternyata memiliki peran besar dalam upaya pencegahan stunting di Indonesia.

Selama ini, stunting kerap dikaitkan dengan kurangnya asupan gizi pada saat ibu hamil atau setelah bayi lahir. Padahal, faktor lingkungan seperti kualitas air minum dan sanitasi yang buruk juga menjadi penyebab utama terjadinya stunting.

Berdasarkan hasil riset Kementerian Kesehatan, selain malnutrisi, minimnya akses terhadap air minum yang aman dan sanitasi yang layak menjadi pemicu tingginya angka stunting di Indonesia. Studi tersebut menunjukkan, sekitar 60 persen kasus stunting berkaitan langsung dengan buruknya kualitas air minum dan sanitasi.

Apa Itu Stunting?

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan nutrisi dalam jangka waktu lama, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Anak yang mengalami stunting umumnya memiliki tinggi badan di bawah standar usianya dan berisiko mengalami gangguan perkembangan kognitif serta kesehatan jangka panjang.

Peran Kualitas Air Minum dalam Pencegahan Stunting

Air minum yang tercemar atau tidak memenuhi standar kesehatan dapat mengandung mikroorganisme berbahaya, seperti bakteri E. coli dan patogen lainnya. Paparan bakteri ini dapat memicu berbagai penyakit infeksi, termasuk diare dan infeksi saluran pencernaan, yang berdampak pada penyerapan nutrisi anak.

Anak yang rutin mengonsumsi air tidak layak berpotensi lebih tinggi mengalami diare kronis, infeksi cacing, hingga gangguan pencernaan lain yang memperburuk status gizi, dan berujung pada stunting.

Karena itu, kehadiran akses air minum berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah stunting. Dengan air minum yang aman dan memenuhi standar kesehatan, proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung optimal dan risiko penyakit akibat air tercemar dapat ditekan.

Komitmen WTJJ Hadirkan Air Minum Berkualitas

Sebagai bentuk kontribusi terhadap upaya pencegahan stunting di Indonesia, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) menghadirkan SPAM Regional Jatiluhur I, proyek strategis nasional yang menyediakan air minum berkualitas untuk masyarakat di wilayah DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang.

Dengan kapasitas produksi hingga 4.750 liter per detik, SPAM Regional Jatiluhur I mampu menjangkau lebih dari 1,9 juta jiwa, memastikan pasokan air minum bersih, aman, dan sesuai standar kesehatan nasional.

Infrastruktur ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen WTJJ sebagai water company dalam mendukung ketahanan air nasional, kesehatan masyarakat, dan mendukung pencapaian target penurunan stunting di Indonesia.

Bagikan di sosial media anda!

Beroperasinya SPAM Regional Jatiluhur 1 akan menambah akses air minum nasional hingga 2 juta orang.

Air yang dihasilkan oleh Instalasi Pengolahan Air WTJJ memiliki kualitas air yang tinggi dan sesuai dengan kualitas air minum yang dipersyaratkan dalam Permenkes No 492 Tahun 2010.