
Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat dan pembangunan wilayah. Sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan penduduk dan industri yang pesat di Jawa Barat, DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang menghadapi tantangan besar dalam pemenuhan kebutuhan air minum yang aman, layak, dan berkelanjutan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bekasi, yang merupakan bagian dari SPAM Regional Jatiluhur I, sebuah proyek strategis nasional yang bertujuan meningkatkan akses air bersih bagi jutaan masyarakat di kawasan Jabodetabek.
SPAM Bekasi dirancang dengan memanfaatkan sumber air baku dari Waduk Jatiluhur dan sistem pengolahan modern yang ramah lingkungan. Proyek ini tidak hanya memperluas jangkauan pelayanan air bersih ke wilayah perkotaan dan perumahan padat penduduk, tetapi juga membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap air tanah yang berpotensi menyebabkan penurunan muka tanah.
Dengan kapasitas yang memadai dan jaringan distribusi yang terus diperluas, SPAM Bekasi menjadi solusi nyata untuk mewujudkan layanan air minum yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh warga DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang.
Sumber air baku berasal dari Waduk Jatiluhur di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat.
Lokasi SPAM Bekasi terletak di Jl. Mayor Madmuin Hasibuan, RT.004/RW.024, Margahayu, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat 17113.
- Proyek ini dirancang lewat skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Konstruksi utama dimulai pada 19 Januari 2022. - Proyek resmi mulai beroperasi secara komersial pada 18 Desember 2024.
K
asitas & CakupanTotal kapasitas proyek 4.750 liter per detik untuk seluruh wilayah yang dilayani DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang.
SPAM Bekasi seluas 3,2 hektar.
Target Sambungan Rumah (SR) dan jangkauan penduduk sekitar 380.000 SR atau melayani 1,9 juta jiwa dalam beberapa tahun ke depan.
