BEKASI – Waduk Jatiluhur adalah salah satu infrastruktur air yang penting di Indonesia. Selain menjadi sumber air baku utama bagi jutaan masyarakat, waduk ini juga menopang operasional SPAM Regional Jatiluhur I yang dikelola oleh PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ).

Dari waduk inilah air diolah menjadi air minum berkualitas di IPA Bekasi dan IPA Cibeet untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat di DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, hingga Kabupaten Karawang.

Namun peran Waduk Jatiluhur tidak berhenti di situ. Bendungan monumental ini juga menghadirkan banyak manfaat lain: mulai dari penyedia energi listrik, irigasi pertanian, hingga ekowisata.

Berikut lima fakta menarik tentang Waduk Jatiluhur:

1. Bendungan Terbesar di Indonesia

Waduk Jatiluhur dibangun sejak akhir 1950-an dan kini memiliki kapasitas tampung lebih dari 2,4 miliar m³ air dengan luas mencapai 83 km². Dengan skala sebesar ini, Waduk Jatiluhur diakui sebagai bendungan terbesar di Indonesia.

2. Pelopor PLTA dan Irigasi Jawa–Bali

Selain sumber air baku, waduk ini juga berfungsi sebagai sumber energi listrik. Terdapat enam turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas total 186 MW, yang mendukung pasokan listrik di wilayah Jawa–Bali.
Tak hanya itu, Waduk Jatiluhur juga mengairi lebih dari 240 ribu hektar sawah produktif, menjadi salah satu tulang punggung ketahanan pangan nasional.

3. Kontributor Ekowisata dan Rekreasi

Selain fungsi utilitas, waduk ini juga berkembang menjadi destinasi wisata. Keindahan alam Waduk Jatiluhur menarik banyak wisatawan untuk berkemah, memancing, atau berperahu. Aktivitas ini juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

4. Proyek Bersejarah Lintas Generasi

Gagasan pembangunan Waduk Jatiluhur pertama kali muncul pada 1888 melalui studi topografi era kolonial. Pada 1948, pakar Belanda kembali mengusulkan proyek ini. Akhirnya, pada 1957 pembangunan dimulai dan peletakan fondasi dilakukan oleh Presiden Soekarno. Waduk Jatiluhur kemudian diresmikan pada 26 Agustus 1967 oleh Presiden Soeharto, menjadikannya monumen bersejarah dalam perjalanan pembangunan Indonesia.

5. Sumber Utama SPAM Regional Jatiluhur 1

Waduk Jatiluhur adalah sumber utama bagi SPAM Regional Jatiluhur I, salah satu Proyek Strategis Nasional di sektor air minum. Air baku dari waduk diolah di IPA Bekasi dan IPA Cibeet milik WTJJ. Setelah melalui proses filtrasi dan desinfeksi berteknologi modern, air didistribusikan kepada 1,9 juta jiwa. Semua proses sesuai standar Kementerian Kesehatan RI, memastikan masyarakat mendapatkan akses air minum yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Dengan segala manfaatnya, Waduk Jatiluhur bukan hanya bendungan terbesar di Indonesia, tetapi juga simbol ketahanan air nasional. Melalui pengelolaan di SPAM Regional Jatiluhur I, WTJJ terus berkomitmen menghadirkan air minum berkualitas serta mendukung upaya swasembada air bersih di Indonesia.

Bagikan di sosial media anda!

Beroperasinya SPAM Regional Jatiluhur 1 akan menambah akses air minum nasional hingga 2 juta orang.

Air yang dihasilkan oleh Instalasi Pengolahan Air WTJJ memiliki kualitas air yang tinggi dan sesuai dengan kualitas air minum yang dipersyaratkan dalam Permenkes No 492 Tahun 2010.