Dalam rangka memperingati Hari Penanaman Pohon Sedunia, WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) bersama WIKA Group, melaksanakan kegiatan Penanaman 3.500 bibit mangrove di kawasan Ketapang Urban Aquaculture, Tangerang, pada 4 Desember 2025.

Program ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang berfokus pada penguatan kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB 13 (Penanganan Perubahan Iklim), TPB 14 (Ekosistem Laut), dan TPB 15 (Ekosistem Daratan).

Program rehabilitasi mangrove ini diharapkan mampu mendukung penyerapan karbon jangka panjang, perlindungan garis pantai, serta restorasi habitat pesisir. Secara ilmiah, satu pohon mangrove dewasa mampu menyerap hingga 12,3 kg CO₂ per tahun, sehingga penanaman ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi dan peningkatan ketahanan pesisir.

Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia dan Transformasi WIKA Holding, Hadjar Seti Adji “Keberlanjutan bukan hanya dibangun melalui proyek infrastruktur, tetapi juga melalui aksi nyata yang menumbuhkan kepedulian seluruh insan perusahaan. Hari ini, kita memperkuat komitmen bersama untuk menjaga bumi.” ujarnya.

Direktur Utama WTJJ, Rendy Ardiansyah, menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan kebijakan keberlanjutan WTJJ, termasuk penguatan aspek tata kelola dalam pengelolaan lingkungan. “Kolaborasi ini merupakan bukti komitmen WTJJ dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan memperkuat aksi mitigasi perubahan iklim. Penanaman 3.500 mangrove adalah langkah konkret yang memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” jelasnya.

Mengusung tema “Hijaukan Pesisir, Selamatkan Bumi”, kegiatan ini memperkuat komitmen WTJJ dalam menerapkan kebijakan lingkungan yang bertanggung jawab, termasuk mitigasi perubahan iklim, konservasi biodiversitas, dan pengelolaan dampak operasional secara berkelanjutan. Program penanaman mangrove ini diharapkan mampu memberikan hasil sebagai berikut:
– Kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon melalui penyerapan CO₂ secara natural.
– Restorasi ekosistem pesisir dan peningkatan biodiversitas lokal.
– Penguatan perlindungan garis pantai, termasuk pencegahan abrasi.
– Dukungan terhadap ketahanan iklim di wilayah pesisir.
– Peningkatan manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui edukasi dan pemanfaatan kawasan mangrove.

Kegiatan ini akan dipantau secara berkala sebagai bagian dari evaluasi kinerja ESG perusahaan, serta menjadi bagian dari laporan keberlanjutan dan pelaporan non-keuangan WTJJ ke depan. WTJJ berharap program ini dapat memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan pemerintah, komunitas lokal, akademisi, dan sektor swasta untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir di Indonesia. Penanaman mangrove bukan hanya inisiatif penghijauan, tetapi merupakan investasi ekologis jangka panjang yang terbukti efektif dalam mitigasi perubahan iklim dan peningkatan kualitas lingkungan.

Bagikan di sosial media anda!

Beroperasinya SPAM Regional Jatiluhur 1 akan menambah akses air minum nasional hingga 2 juta orang.

Air yang dihasilkan oleh Instalasi Pengolahan Air WTJJ memiliki kualitas air yang tinggi dan sesuai dengan kualitas air minum yang dipersyaratkan dalam Permenkes No 492 Tahun 2010.