Jakarta, 30 April 2025 — PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) resmi menggelar dua Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Selasa (30/4) di WIKA Tower 2, Jakarta. RUPS ini terdiri dari RUPS RKAP dengan agenda pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2025, serta RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 dengan agenda pertanggungjawaban atas Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2024.

Direktur Utama WTJJ, Rendy Ardiansyah, menyampaikan bahwa RUPS kali ini merupakan momen penting yang menjadi tonggak bagi perusahaan sebagai water company dalam menghadapi fase krusial pasca Commercial Operation Date (COD) SPAM Regional Jatiluhur I.

Ia menegaskan bahwa fokus utama WTJJ di tahun 2025 diarahkan pada optimalisasi operasi, efisiensi proses produksi air minum curah, penguatan layanan kepada para offtaker, dan persiapan pengembangan digitalisasi sistem operasi serta inisiatif energi baru terbarukan untuk mendukung ketahanan infrastruktur air nasional.

Dalam RUPS RKAP, pemegang saham menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2025, termasuk strategi pengembangan layanan air minum regional dan penjajakan peluang investasi baru di sektor air minum nasional.

Sedangkan pada RUPS Tahunan Tahun Buku 2024, pemegang saham dengan suara bulat menerima dan memberikan persetujuan atas pertanggungjawaban kinerja Direksi dan pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2024. Pemegang saham juga memberikan apresiasi atas pencapaian kinerja tahun 2024 yang sangat memuaskan, di mana Direksi WTJJ dinilai berhasil menjaga stabilitas operasional dan mencetak sejumlah capaian penting, bahkan melebihi target RKAP Tahun Buku 2024.

Beberapa capaian strategis WTJJ sepanjang 2024 di antaranya:

* Keberhasilan performance test instalasi pengolahan air yang melampaui standar kualitas air minum Kemenkes RI

* Capaian EBITDA yang positif dan melampaui target RKAP 2024

* Realisasi serapan air oleh offtaker yang melebihi target awal

* Capaian ESG Risk Rating Score sebesar 52 dari S&P Global, menempatkan WTJJ dalam Top 3 ESG Score Global untuk sektor air

RUPS juga menetapkan seluruh jajaran Direksi dan Dewan Komisaris untuk kembali melanjutkan kepemimpinan perusahaan di periode berikutnya. Adapun susunan manajemen yang ditetapkan adalah:

* Wahyu Hadi Prasetyo sebagai Komisaris Utama

* Antonius Rainier Haryanto sebagai Komisaris

* Rendy Ardiansyah sebagai Direktur Utama

* Arini Kristalisa sebagai Direktur Keuangan, Human Capital & Manrisk

* Hari Suprianta sebagai Direktur Operasi

Rendy menambahkan bahwa tahun 2025 akan menjadi fase strategis dalam menjaga kualitas layanan air minum, pengembangan digitalisasi sistem operasi, serta penerapan energi baru terbarukan di fasilitas instalasi pengolahan air milik WTJJ.

Selain itu, perusahaan juga aktif membuka peluang kemitraan investasi strategis dalam rangka penguatan ketahanan air nasional dan ekspansi layanan air minum regional ke depan.

“Kami optimistis bahwa dengan pengesahan RKAP dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, WTJJ mampu mempertahankan tren kinerja positif, memperkuat implementasi prinsip ESG, dan terus memberikan kontribusi nyata bagi sektor infrastruktur air minum nasional,” tutup Rendy.

———

About PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ)

PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) merupakan Badan Usaha Pelaksana proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) SPAM Regional Jatiluhur I, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor air minum. Dengan kapasitas layanan sebesar 4.750 liter per detik, WTJJ menyuplai air minum berkualitas bagi 1,9 juta jiwa di wilayah DKI Jakarta, Kota/Kabupaten Bekasi, dan Karawang. Operasional SPAM Regional Jatiluhur I didukung dua instalasi pengolahan air: IPA Bekasi dan IPA Cibeet, yang telah resmi beroperasi komersial sejak Desember 2024.

Bagikan di sosial media anda!

Beroperasinya SPAM Regional Jatiluhur 1 akan menambah akses air minum nasional hingga 2 juta orang.

Air yang dihasilkan oleh Instalasi Pengolahan Air WTJJ memiliki kualitas air yang tinggi dan sesuai dengan kualitas air minum yang dipersyaratkan dalam Permenkes No 492 Tahun 2010.