Bekasi, 14 Desember 2022 – Guna mengukur performa dari arsitektur manajemen risiko yang sudah diterapkan, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur [WTJJ] mengikuti Risk Maturity Assessment yang dilakukan secara bersilang dengan entitas anak lain dalam lingkungan WIKA Grup, di Kantor Pusat WTJJ, Tamansari Iswara, Bekasi, Selasa (13/12).
Maksud lain, Risk Maturity Assessment adalah untuk menilai kecukupan kerangka kerja manajemen risiko dalam mendukung pencapaian tujuan perusahaan, menilai keselarasan sistematika dan struktur kerangka kerja manajemen risiko yang komprehensif dan terintegrasi dalam kesisteman perusahaan, serta menilai efektivitas dan efisiensi praktik pengelolaan risiko dalam perusahaan dan kesesuaian praktik pengelolaan risiko dengan standar yang ditetapkan perusahaan.
Tim Pelaksana Asesor terdiri dari Na’fan, PT WIKA Industri dan Konstruksi [WIKON], Syifa Putri Aulia, Divisi Infrasrtruktur 2, dan Dwi Susanto, Divisi Manajemen Risiko PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. [WIKA].
Dalam pelaksanaan assessment ini, asesor menguji 10 parameter yang terdiri dari, kepemimpinan dan komitmen, integrasi, lingkup – konteks -kriteria, identifikasi risiko, evaluasi risiko, perlakuan risiko, pemantauan dan tinjauan, komunikasi dan konsultasi, pencatatan dan pelaporan serta perbaikan.

Dari target rencana Risk Maturity Level dengan skor sebesar 2,5 pada RKAP 2022, nilai Risk Maturity yang diperoleh WTJJ pada assessment pertama kalinya ini, berhasil mencapai 3,76. Torehan ini melampaui skor beberapa entitas anak di WIKA Grup yang berada pada kisaran 3,2 – 3,6.
“Skor Risk Maturity ini cukup tinggi bagi perusahaan yang baru merintis pada tahun 2021. Hal ini memacu kami untuk menerapkan manajemen risiko lebih baik lagi ke depan,” ujar Koordinator Manajemen Risiko dan Legal WTJJ, Donny Ramanto.
Lebih lanjut, Donny menjelaskan bahwa dengan perolehan skor ini, maka tingkat kepercayaan, image, kepatuhan serta tata kelola WTJJ semakin dipercaya oleh para pemangku kepentingan.
