JAKARTA – PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan Metode Pemasangan Bor Horizontal atau Microtunnel Boring Machines (MTBM). Penghargaan ini diserahkan oleh Direktur Operasional Museum Rekor Indonesia, Yusuf Ngadri saat syukuran HUT PT WTJJ di Wika Tower, Rabu (22/1/2025)
Direktur Utama PT WTJJ, Rendy Ardiansyah, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa meraih Rekor MURI ini adalah sebuah kebanggaan.
“Ini tidak hanya bukti kerja keras dan inovasi tim kami, tetapi juga hasil dari kolaborasi yang solid seluruh stakeholder yang mendukung kami,” ujar Rendy dalam acara syukuran HUT ke-4 PT WTJJ di WIKA Tower, Jakarta, pada 22 Januari 2025.
Untuk diketahui, metode microtunneling yang digunakan dalam pembangunan proyek ini merupakan terobosan besar dalam teknologi infrastruktur. MTBM merupakan mesin bor yang dirancang khusus untuk membangun terowongan kecil di bawah tanah tanpa perlu membuka permukaan tanah.
Kombinasi dengan teknik slurry pipe jacking, yang digunakan untuk mendorong pipa ke dalam tanah, memungkinkan pemasangan pipa di lokasi yang sulit dijangkau, seperti di bawah jalan raya atau rel kereta api, tanpa mengganggu aktivitas di permukaan.
“Metode Slurry Pipe Jacking ini merupakan pilihan yang sangat tepat untuk proyek SPAM Regional Jatiluhur 1. Selain dapat mengurangi gangguan terhadap lalu lintas dan lingkungan, metode ini juga memberikan efisiensi tinggi dalam hal waktu dan biaya. Kami yakin, teknologi ini akan menjadi standar baru dalam pembangunan infrastruktur air minum bersih di Indonesia,” tambah Rendy.
Rendy mengungkapkan bahwa penghargaan ini bukan hanya pengakuan atas kerja keras perusahaan, tetapi juga sebagai bukti bahwa PT WTJJ mampu menciptakan infrastruktur yang menguntungkan masyarakat luas. Penghargaan ini juga menjadi dorongan untuk terus berkomitmen dan mendukung capaian swasembada air di Indonesia.
“Semoga pencapaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan Indonesia,” tutup Rendy.(*)
