Bekasi, 20 Juli 2022 – PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) menjadi tuan rumah Sosialisasi Good Corporate Governance (GCG), Code of Conduct (CoC) dan Whistle Blowing System (WBS) oleh Departemen Corporate Relations – Sekretariat Perusahaan PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. (WIKA), di Kantor Pusat WTJJ, Tamansari Iswara, Bekasi, Rabu (20/7)

Sosialisasi GCG, CoC, dan WBS yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya ini, dilakukan secara hybrid (tatap muka langsung dan mekanisme daring melalui video conference) diikuti antara lain oleh Direksi WTJJ, Hendra Rachmanto (Direktur Utama), Adang Hamdani (Direktur Keuangan, HC dan Manajemen Risiko), Hari Suprianta (Direktur Operasi) serta seluruh manajemen perusahaan mulai dari level staf, koordinator hingga Manajer.

“Sebuah kehormatan bagi kami dapat berbagi mengenai GCG sebagai suatu proses terukur untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan sehingga tercipta tata kelola yang baik,” ujar Mahendra.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama WTJJ, Hendra Rachmanto mengatakan bahwa WTJJ sebagai entitas anak WIKA baru yang bergerak di bidang sistem penyediaan air bersih, menyambut baik program GCG yang disampaikan oleh Departemen Corporate Relations – GCG, Sekretariat Perusahaan, WIKA Pusat.

Harapannya gamblang, bahwasanya dengan adanya sosialisasi GCG, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan SDM WTJJ mengenai tata kelola perusahaan yang baik serta nantinya dapat meningkatkan kinerja perusahaan.

Sebagai awal sosialisasi, General Manager Corporate Relations, Achmad Harris Ary Soekamto menjelaskan mengenai pengertian, prinsip GCG serta manfaat GCG. Bahan GCG merupakan komitmen, aturan main, praktik penyelenggaraan berbisnis secara sehat dan beretika.

Pada bagian akhir sosialisasi, Sekretaris Perusahaan WIKA juga menyampaikan edukasi mengenai Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sebagai upaya bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih.

“ISO 37001:2016  tentang SMAP merupakan sebuah instrumen yang dirancang untuk membantu sebuah organisasi mengembangkan, mengimplementasikan, dan memperbaiki program anti suap. Instrumen ini berisi serangkaian tindakan, kontrol atau prosedur yang harus dilakukan untuk mencegah, mendeteksi, dan mengatasi suap,” pungkas Mahendra.

Bagikan di sosial media anda!

Beroperasinya SPAM Regional Jatiluhur 1 akan menambah akses air minum nasional hingga 2 juta orang.

Air yang dihasilkan oleh Instalasi Pengolahan Air WTJJ memiliki kualitas air yang tinggi dan sesuai dengan kualitas air minum yang dipersyaratkan dalam Permenkes No 492 Tahun 2010.