PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) terus memperkuat komitmen pengelolaan lingkungan melalui Kebijakan No-Deforestation. Kebijakan ini resmi ditetapkan oleh jajaran Direksi sebagai salah satu landasan utama dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan secara bertanggung jawab, sekaligus mendukung pelestarian hutan dan mencegah terjadinya deforestasi.
Bagi WTJJ, pembangunan infrastruktur air harus berjalan selaras dengan keseimbangan alam. Oleh karena itu, prinsip perlindungan ekosistem ini tidak hanya diterapkan di area kerja internal, melainkan diintegrasikan ke dalam seluruh lini kegiatan pembangunan, proses pengadaan, hingga hubungan perusahaan dengan rantai pasok.
Setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap kawasan berhutan akan dikelola dengan prinsip kehati-hatian, mulai dari identifikasi risiko, pemenuhan ketentuan peraturan, hingga pengendalian yang ketat.
“Keberlanjutan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan membangun dan mengoperasikan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan dalam memahami serta mengelola dampak lingkungan yang dapat timbul dari aktivitas tersebut.”, ujar Rendy Ardiansyah, Direktur Utama WTJJ.
Integrasi Rantai Pasok dan Komitmen Lintas Fungsi
Kebijakan No-Deforestation ini menegaskan bahwa aspek lingkungan kini menjadi indikator penting dalam proses pengadaan material, barang, maupun jasa. WTJJ memastikan bahwa asal-usul, legalitas, dan potensi dampak lingkungan dari mitra usaha diperhatikan secara saksama. Tanggung jawab ini membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh pemasok dan pemangku kepentingan terkait.
Di ranah internal, penerapan kebijakan ini mengandalkan sinergi lintas fungsi yang solid, melibatkan:
- Unit Operasional & Engineering
- Pengadaan (Procurement)
- Manajemen Risiko
- Tim ESG (Environmental, Social, and Governance) & HSE (Health, Safety, and Environment)
- Mitra Kerja
Mendukung Siklus Hidrologi dan Restorasi Lingkungan
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor penyediaan air, WTJJ sangat memahami bahwa kondisi tutupan lahan dan ekosistem yang terjaga merupakan kunci utama keberlangsungan usaha. Ekosistem hutan yang sehat berperan vital dalam menjaga siklus hidrologi, mengoptimalkan penyerapan air, mengurangi limpasan permukaan, serta menjaga kualitas sumber air baku dalam jangka panjang.
Selain melakukan pencegahan, WTJJ juga aktif mendukung program penghijauan dan restorasi lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini diarahkan untuk memperbaiki fungsi ekologis wilayah sekitar sekaligus meningkatkan kesadaran insan perusahaan akan pentingnya menjaga vegetasi bumi.
Fondasi Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Manajemen WTJJ menyadari bahwa penetapan kebijakan ini merupakan langkah awal dari perjalanan panjang. Kebijakan ini akan terus ditindaklanjuti secara berkala melalui pemetaan risiko yang dinamis, penyusunan prosedur yang akuntabel, penguatan syarat kemitraan, hingga pemantauan langsung di lapangan.
Melalui langkah konkret ini, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur memperkuat posisinya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Karena bagi WTJJ, pembangunan yang bertanggung jawab tidak hanya menilai apa yang berhasil dibangun, tetapi memastikan setiap prosesnya berjalan tanpa merusak alam dan ekosistem sekitar.
