BEKASI – PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas air minum bersih yang diproduksi dengan mengintegrasikan teknologi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) dalam sistem operasionalnya. 

SCADA dihadirkan untuk memastikan pengolahan air yang lebih efisien dan menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat tetap terjaga sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Penerapan sistem SCADA merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat pengawasan terhadap kualitas air yang merupakan komponen penting dalam pengelolaan air bersih di Indonesia. 

“Dengan SCADA, kami bisa melakukan monitoring secara real-time terhadap seluruh proses pengolahan air. Memastikan bahwa kualitas yang kami hasilkan selalu sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujar Direktur Utama PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur, Rendy Ardiansyah.

Untuk diketahui, SCADA adalah sistem kendali berbasis komputer yang digunakan untuk memonitor dan mengontrol berbagai proses industri, termasuk dalam pengolahan air. Dengan penerapan SCADA, seluruh proses di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cibeet dan IPA Bekasi dapat dipantau secara terintegrasi, meskipun keduanya terletak di lokasi yang berbeda. Ini memungkinkan pengawasan yang lebih baik terhadap setiap tahapan proses, mulai dari intake pump, pengolahan air, hingga distribusi ke konsumen.

Sistem SCADA yang secara resmi dioperasikan pada 18 Desember 2024 ini memiliki beberapa fungsi utama yang sangat penting dalam menjaga keberlanjutan dan efisiensi operasional. Salah satunya adalah kemampuannya dalam memantau kondisi proses secara terus-menerus, termasuk pengukuran berbagai parameter seperti pH, suhu motor, getaran, serta kualitas air yang diproduksi.

“Selain memastikan kualitas air yang terjaga, SCADA juga membantu kami dalam meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi limbah operasional. Ini adalah langkah besar dalam komitmen kami terhadap prinsip ESG, di mana aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola menjadi prioritas utama dalam setiap operasional kami,” tambah Rendy.

Dalam aspek lingkungan, SCADA berperan dalam mengoptimalkan penggunaan energi. Dengan pemantauan yang lebih presisi, PT WTJJ dapat mengurangi pemborosan energi yang tidak perlu. Di sisi sosial, teknologi ini mendukung distribusi air minum yang lebih andal kepada masyarakat, yang tentunya berdampak langsung pada kesejahteraan mereka.

Sistem SCADA juga membawa dampak positif dalam hal tata kelola perusahaan. Dengan integrasi data yang lebih baik dan pengawasan yang lebih transparan, seluruh proses operasional menjadi lebih akuntabel. Ini mendukung PT WTJJ dalam menjalankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, dengan keputusan-keputusan yang berbasis data yang jelas dan akurat.

“Transparansi dan akuntabilitas menjadi lebih terjamin dengan adanya SCADA, yang memungkinkan semua data operasional kami tercatat dengan baik dan dapat dipantau oleh semua pihak yang berwenang. Hal ini merupakan salah satu aspek penting untuk mewujudkan tata kelola yang berkelanjutan dan berbasis pada data yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Salah satu keunggulan utama dari penerapan SCADA adalah kemampuannya untuk mengawasi dan mengendalikan sistem dari jarak jauh. Proses yang ada di IPA Cibeet, misalnya, dapat dipantau melalui sistem SCADA yang terhubung dengan IPA Bekasi. Hal ini sangat memudahkan pengendalian proses, terutama untuk lokasi-lokasi yang sulit dijangkau secara langsung.

“Dengan sistem SCADA, kita bisa memonitor kondisi seluruh plant secara real-time, termasuk melakukan pengendalian terhadap motor, katup, dan berbagai peralatan penting lainnya. Bahkan, proses-proses yang ada di lokasi remote pun bisa dipantau dan dikendalikan melalui jaringan internet yang andal,” tutur Rendy.

Selain itu, SCADA juga dilengkapi dengan sistem diagnostik yang dapat mendeteksi masalah pada komponen hardware dan software. Ini membantu tim teknis dalam melakukan pemeliharaan preventif, mengurangi downtime, dan memastikan semua peralatan beroperasi dengan optimal.

Dengan penerapan SCADA, PT WTJJ tidak hanya berfokus pada efisiensi operasional, tetapi juga pada masa depan air minum yang lebih berkelanjutan. Rendy menekankan bahwa teknologi ini merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk menjaga kualitas air dan memastikan pasokan air minum yang andal bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa dengan teknologi SCADA, kami bisa menciptakan sistem pengolahan air yang lebih efisien, lebih ramah lingkungan, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Rendy. ***

Bagikan di sosial media anda!

Beroperasinya SPAM Regional Jatiluhur 1 akan menambah akses air minum nasional hingga 2 juta orang.

Air yang dihasilkan oleh Instalasi Pengolahan Air WTJJ memiliki kualitas air yang tinggi dan sesuai dengan kualitas air minum yang dipersyaratkan dalam Permenkes No 492 Tahun 2010.