Bekasi, 18 Agustus 2024 – Direksi dan Manajemen PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur [WTJJ] mengikuti upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79 di lapangan kantor pusat PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. [WIKA], Jakarta, Sabtu (17/8). Dimulai tepat pukul 07.00 pagi, upacara yang diikuti oleh Direksi dan perwakilan Manajemen dalam lingkungan WIKA Grup itu berlangsung khidmat.

Selain melaksanakan upacara bendera di kantor pusat WIKA, sebagian manajemen WTJJ yang lain juga melaksanakan upacara bersama-sama Konsorsium Kontraktor Wijaya Karya – Jaya Konstruksi [WJKSO] di IPA Bekasi & Cibeet, Karawang, Proyek SPAM Regional Jatiluhur I, Kota Bekasi

Melalui upacara 17 Agustus, Direktur Utama Perseroan Rendy Ardiansyah, meyakini bahwasanya nasionalisme akan dapat dipupuk dan ditanam pada jiwa seluruh insan WIKA Tirta Jaya Jatiluhur, tanpa terkecuali.

Dengan mengusung tema, ”Nusantara Baru, Indonesia Maju”, Rendy berpandangan bahwa Tahun 2024 merupakan tahun pembuka untuk beberapa perubahan besar di Indonesia. Seperti yang kita tahu, ibu kota Indonesia saat ini mengalami perpindahan dari Jakarta ke IKN di Kalimantan. Hal ini menjadi sinyalemen adanya babak baru dalam sejarah Indonesia, di mana pusat pemerintahan baru di daerah yang baru pula melahirkan harapan terciptanya pertumbuhan yang lebih merata dan berkelanjutan,

“Mari kita jadikan momentum HUT RI ke-79 sebagai momentum kebangkitan WTJJ. Sebagai pengingat untuk kita semua bahwa bersama kita bisa menuju arah yang lebih baik di masa depan yang akan lebih cerah lagi,” ungkapnya

#transformingwaterforabettertommorow

Sekretaris Perusahaan
PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur

IG | @wikajatiluhur
YT | ptwikatirtajayajatiluhur
W | www.wikatirtajayajatiluhur.id

Bagikan di sosial media anda!

Beroperasinya SPAM Regional Jatiluhur 1 akan menambah akses air minum nasional hingga 2 juta orang.

Air yang dihasilkan oleh Instalasi Pengolahan Air WTJJ memiliki kualitas air yang tinggi dan sesuai dengan kualitas air minum yang dipersyaratkan dalam Permenkes No 492 Tahun 2010.