Bekasi, 7 Juli 2022 — PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur [WTJJ] mengikuti simulasi tanggap darurat kebakaran dipandu Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi. Simulasi ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kesigapan, dan kecakapan dalam menghadapi bencana kebakaran seluruh karyawan WIKA Grup yang berkantor di Tamansari Iswara, Bekasi, Kamis (7/7).
Kegiatan yang diselenggarakan di lapangan parkir Tamansari Iswara ini terang Hendra Rachmanto, Direktur Utama WTJJ, diharapkan mampu memberikan pemahaman dan pengetahuan dasar penanggulangan keadaan darurat bencana kebakaran bagi seluruh pegawai WTJJ, sehingga dimanapun dan kapan pun bencana kebakaran terjadi dapat dengan cepat ditanggulangi untuk meminimalisir kerugian baik jiwa maupun materil.
Materi pengetahuan dasar tanggap bencana kebakaran disampaikan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi. Perwakilan Dinas terkait menjelaskan mengenai bahaya dan pemicu kebakaran dapat terjadi. Terdapat 3 unsur yang menjadi komponen terbentuknya api atau biasa disebut segitiga api, yaitu: material mudah terbakar, panas, dan oksigen. Untuk melakukan pemadaman api diperlukan pemutusan salah satu komponen dari segitiga api tersebut.
Lebih lanjut, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi juga menambahkan penjelasan mengenai bahan-bahan pemadam api yang digunakan sesuai dengan penyebab kebakaran terjadi. Pengetahuan dasar tentang api dan kebakaran diberikan guna memahami cara mengantisipasi bahaya kebakaran dan cara memadamkan api secara tepat.
Setelah pengetahuan dasar mengenai api dan kebakaran diberikan, selanjutnya dilakukan simulasi bagaimana cara memadamkan kebakaran dengan alat pemadam api modern dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) berbahan dry powder dan CO2.
Pada akhir kegiatan, karyawan WTJJ dan WIKA Grup lainnya, diberikan kesempatan untuk mempraktikan cara pemadaman api secara langsung, sekaligus mengaplikasikan teori yang telah diberikan. Para pegawai sangat antusias dan bersemangat untuk mencoba melakukan pemadaman api secara bergantian.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Aktivitas ini sangat berguna bagi kami untuk mendapatkan pengetahuan baru tentang tanggap darurat kebakaran dan mendorong seluruh karyawan dapat dengan sigap dan tepat menghadapi situasi bilamana kebakaran terjadi,” pungkas Hendra.
