Di balik jernihnya aliran air bersih yang mengalir ke jutaan keran rumah tangga di DKI Jakarta, Bekasi, hingga Karawang, ada cerita tentang ketelitian dan kedisiplinan yang dirawat setiap hari. Sebagai Badan Usaha Pelaksana Proyek KPBU SPAM Regional Jatiluhur I, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) tidak hanya fokus pada teknologi pengolahan air berskala besar, tetapi juga memulainya dari kebiasaan-kebiasaan kecil di lingkungan kerja.
Salah satu pilar utama yang menjadi denyut nadi operasional harian perusahaan adalah penanaman budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin).
Lebih dari Sekadar Bersih-Bersih
Bagi para insan WTJJ, 5R bukan sebatas kegiatan rutin merapikan meja kantor atau menyapu lantai Instalasi Pengolahan Air (IPA). Kebiasaan ini dipandang sebagai bentuk kesadaran kolektif untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, efisien, dan ramah lingkungan.
Dalam kesehariannya, penerapan 5R di lingkungan WTJJ mewujud dalam beberapa aksi nyata:
- Ringkas: Memilah barang dan peralatan operasional. Hanya material pendukung dan peralatan kerja yang benar-benar dibutuhkan yang berada di area kerja utama, sehingga meminimalkan potensi bahaya dan risiko kecelakaan kerja.
- Rapi: Menata peralatan teknis pemantauan kualitas air dan komponen instalasi secara terstruktur. Setiap alat memiliki tempat yang jelas sehingga mempercepat penanganan saat dibutuhkan aksi cepat (fast response).
- Resik: Menjaga kebersihan seluruh area operasional, mulai dari ruang kontrol, laboratorium pengujian, hingga area filtrasi. Kebersihan fisik area kerja berbanding lurus dengan standar higienitas air minum yang diproduksi.
- Rawat: Menerapkan standar operasional baku (SOP) untuk pemeliharaan fasilitas dan alat ukur secara berkala agar performa alat tetap optimal dan tahan lama.
- Rajin: Membangun pembiasaan (habit) melalui inspeksi mandiri, evaluasi berkala, serta penghargaan bagi unit kerja yang konsisten menerapkan prinsip 5R.
Jembatan Menuju Komitmen ESG dan SDGs
Penerapan budaya 5R di WTJJ memiliki benang merah yang sangat erat dengan komitmen keberlanjutan perusahaan, khususnya dalam kerangka ESG (Environmental, Social, and Governance) dan SDGs (Sustainable Development Goals).
Pilar Lingkungan (Environmental) & SDG 6 & 12
Dengan budaya Ringkas dan Resik, potensi pencemaran akibat ceceran bahan kimia atau limbah operasional dapat ditekan sejak dini. Hal ini secara langsung mendukung SDG .
Tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) untuk menjamin ketersediaan air bersih yang aman, serta SDG Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui efisiensi penggunaan sumber daya dan pengurangan waste.
- Pilar Sosial (Social) & SDG 8
Lingkungan kerja yang rapi dan tertata menciptakan ruang kerja yang aman, minim risiko kecelakaan kerja, serta nyaman bagi para pekerja. Kebiasaan ini sejalan dengan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta mendukung SDG Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). - Pilar Tata Kelola (Governance)
Prinsip Rawat dan Rajin membentuk kepatuhan terhadap prosedur baku operasional. Tata kelola operasional yang terstruktur dan transparan memastikan aset negara yang dikelola WTJJ dalam proyek KPBU ini tetap terjaga nilai fungsinya dalam jangka panjang.
Melalui integrasi budaya 5R ke dalam semangat ESG, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur membuktikan bahwa keberlanjutan tidak selalu dimulai dari langkah raksasa. Dari ruang kerja yang rapi dan disiplin yang terjaga, lahir layanan air bersih yang andal demi mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.
