Sebagai bagian dari langkah konkret dalam mewujudkan infrastruktur air yang berkelanjutan, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) inisiatif dalam pengelolaan lingkungan terpadu melalui program komposting limbah organik di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cibeet. Langkah ini menandai transisi fasilitas pengolahan air perseroan menuju ekosistem operasional yang zero waste dan ramah lingkungan.

Inisiatif komposting di IPA Cibeet bertujuan untuk mengolah sisa limbah organik yang dihasilkan dari aktivitas operasional keseharian fasilitas termasuk limbah domestik pekerja dan pemeliharaan lanskap menjadi pupuk kompos berkualitas. Pupuk yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan kembali untuk penghijauan di area sekitar IPA Cibeet dan daerah tangkapan air, menciptakan siklus ekonomi sirkular (circular economy) yang mandiri.

Direktur Utama WTJJ, Rendy Ardiansyah, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bukti bahwa pembangunan dan pengoperasian infrastruktur air dapat berjalan selaras dengan kelestarian alam.

“Di WTJJ, kami meyakini bahwa penyediaan air bersih harus diiringi dengan tanggung jawab mutlak terhadap lingkungan. Inisiatif komposting di IPA Cibeet bukan sekadar program pengelolaan sampah biasa, melainkan manifestasi dari komitmen kami untuk mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam DNA operasional perusahaan,” ujar Rendy Ardiansyah, Direktur Utama WTJJ.

Integrasi Prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance)

Penerapan sistem komposting ini secara langsung memperkuat komitmen ESG perusahaan:

  • Environmental (Lingkungan): Secara signifikan mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), menekan emisi gas metana yang dihasilkan dari pembusukan limbah organik, dan meregenerasi kualitas tanah melalui penggunaan pupuk alami.
  • Social (Sosial): Menciptakan lingkungan kerja yang lebih bersih, sehat, dan aman bagi para pekerja di IPA Cibeet. Ke depannya, program ini juga akan melibatkan edukasi bagi masyarakat sekitar tentang pentingnya pemilahan sampah dan praktik komposting rumah tangga.
  • Governance (Tata Kelola): Menunjukkan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang proaktif melebihi standar kepatuhan regulasi lingkungan (beyond compliance), dengan menerapkan standar operasi prosedur (SOP) hijau yang terukur dan dapat diaudit.

Akselerasi Pencapaian SDGs

Inisiatif operasional di IPA Cibeet ini juga diselaraskan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) global, khususnya:

  • SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Melalui pengurangan timbulan sampah secara substansial lewat pencegahan, pengurangan, dan daur ulang (komposting).
  • SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim): Mengurangi jejak karbon (carbon footprint) perusahaan dengan memotong rantai transportasi sampah ke TPA dan mencegah pelepasan gas rumah kaca dari limbah yang tidak terkelola.
  • SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak): Menjaga ekosistem di sekitar sumber air dan fasilitas pengolahan tetap asri dan bebas pencemaran, yang pada akhirnya melindungi kualitas bahan baku air itu sendiri.

Melalui langkah awal di IPA Cibeet ini, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur berencana untuk mereplikasi sistem pengelolaan limbah serupa di berbagai fasilitas operasional lainnya, mengukuhkan posisinya sebagai pelopor pengelola SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) yang berwawasan lingkungan di Indonesia.

Bagikan di sosial media anda!

Beroperasinya SPAM Regional Jatiluhur 1 akan menambah akses air minum nasional hingga 2 juta orang.

Air yang dihasilkan oleh Instalasi Pengolahan Air WTJJ memiliki kualitas air yang tinggi dan sesuai dengan kualitas air minum yang dipersyaratkan dalam Permenkes No 492 Tahun 2010.