Dalam upaya mewujudkan lingkungan kerja yang aman dan meminimalisasi risiko kecelakaan kerja (zero accident), PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) secara konsisten menerapkan budaya keselamatan di lingkungan operasionalnya. Salah satu langkah nyata yang diimplementasikan adalah kegiatan Safety Morning Talk yang rutin digelar setiap hari Kamis.

Pada agenda rutin mingguan ini, seluruh pegawai   dan pekerja lapangan diwajibkan mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL). Penggunaan PDL ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol kesiapsiagaan, disiplin, dan kekompakan tim sebelum memulai aktivitas operasional.

Fokus pada Pencegahan dan Edukasi

Kegiatan Safety Morning Talk ini menjadi wadah komunikasi interaktif antara manajemen, tim Health, Safety, and Environment (HSE), dan seluruh pekerja. Beberapa poin penting yang selalu ditekankan dalam kegiatan ini meliputi:

  • Identifikasi Bahaya (Hazard Identification): Pemaparan mengenai potensi risiko di area kerja masing-masing pada hari tersebut.
  • Pengecekan APD: Memastikan kelengkapan dan kelayakan Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan oleh seluruh pekerja.
  • Berbagi Pengalaman (Safety Sharing): Evaluasi terhadap kejadian insiden (jika ada) atau near miss di minggu sebelumnya agar tidak terulang kembali.
  • Kesehatan Fisik dan Mental: Pengecekan kesiapan kondisi fisik pekerja sebelum terjun ke lapangan.

PDL: Simbol Kesiapsiagaan dan Kebanggaan

WTJJ memandang bahwa kedisiplinan berawal dari hal-hal yang melekat pada diri pekerja, salah satunya seragam. Penggunaan PDL setiap hari Kamis pada saat Safety Morning Talk dirancang untuk membangun kebanggaan serta mentalitas pekerja lapangan yang tangguh, waspada, dan selalu mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Kewajiban mengenakan PDL pada sesi Safety Morning Talk di hari Kamis adalah bentuk penyatuan visi kita. Saat memakai PDL, kita sedang mengingatkan diri sendiri dan rekan kerja di sebelah kita bahwa kita siap bekerja cerdas, siap bekerja keras, dan yang paling penting, siap pulang dengan selamat,” ujar Rendy Ardiansyah, Direktur Utama WTJJ.

Sebagai entitas yang memegang peran krusial dalam pembangunan dan penyediaan air bersih, WTJJ berharap budaya K3 ini terus mengakar kuat. Melalui komunikasi yang baik di Kamis pagi dan kedisiplinan berseragam PDL, perusahaan optimis target operasional dapat tercapai tanpa mengorbankan aspek keselamatan jiwa para pekerjanya.

Bagikan di sosial media anda!

Beroperasinya SPAM Regional Jatiluhur 1 akan menambah akses air minum nasional hingga 2 juta orang.

Air yang dihasilkan oleh Instalasi Pengolahan Air WTJJ memiliki kualitas air yang tinggi dan sesuai dengan kualitas air minum yang dipersyaratkan dalam Permenkes No 492 Tahun 2010.