Bekasi, 21 Maret 2023 – PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur [WTJJ] mendapat kehormatan sebagai pembicara dalam workshop bertajuk, “Penyiapan Implementasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Engineering Service Project Ditjen Cipta Karya” di Purwakarta, Kamis (16/3). Tampil mewakili Perseroan dalam acara tersebut adalah Manajer Teknik, Ananto Darudono Putro dan M. Randal Tarigan selaku Koordinator Komersial dan Administrasi Kontrak.

Acara yang diawali dengan kunjungan lapang ke IPA (Instalasi Pengolahan Air) Bekasi & Cibeet, Proyek Rancang Bangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jaltiuhur I pada Rabu (15/3) atau sehari sebelum pelaksanaan workshop, diikuti, antara lain, oleh: Ditjen Air Minum di lingkungan Kementerian PUPR, Satker/PPK Air Minum, Balai Prasana Pemukiman 11 Provinsi di Tanah Air, para Kasubdit Direktorat Air Minum dan Direktorat Sistem Strategi Penyelenggaraan Infrastruktur Permukiman, Ditjen Cipta Karya.

Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Infrastruktur Permukiman, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Pandu Gunadi Atmosukarto dalam sambutan pembukanya di workshop ini mengatakan bahwa berdasarkan target RPJMN 2020-2024 maupun Rencana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya, diperlukan peningkatan penyediaan infrastruktur permukiman yang partisipatif dan berkelanjutan dengan memberikan prioritas penanganan pada sektor air minum dan sanitasi serta permukiman kumuh perkotaan.

Data menunjukkan bahwa sampai dengan Tahun 2021, masih terdapat gap capaian yang hanya memenuhi 92,19% untuk akses air minum layak, dan 21,85% untuk akses air minum melalui jaringan perpipaan. “Untuk mempersiapkan implementasi pembangunan fisik SPAM Regional diperlukan pemahaman bersama antar stakeholder terkait aspek perencanaan, persiapan pelaksanaan, pelaksanaan fisik, dukungan regulasi, pembiayaan, kelembagaan, serta operasional dan pemeliharaan,” ujarnya optimistis.

Asam Garam WTJJ
Dalam workshop ini, Manajemen WTJJ yang direpresentasikan oleh Manajer Teknik Ananto Darudono Putro dan Koordinator Komersial & Adkon, M. Randal Tarigan secara berturut-turut menjelaskan mengenai profil, teknis pelaksanaan dan berbagi lesson learned yang diperoleh Perseroan mulai dari persiapan hingga berjalannya proyek saat ini.

Dalam paparan presentasinya, Ananto, menyampaikan bahwa terdapat dua hal dasar krusial yang menjadi catatan penting PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) Proyek Rancang Bangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I. Kedua hal tersebut adalah perizinan dan timeline persyaratan pendahuluan.

Lebih lanjut, terang Ananto, terdapat +/- 36 perizinan yang terdiri dari 30 izin galian dan perlintasan; 4 izin fasilitas (IMB) dan 2 izin utama, yaitu: Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Teknik. Selain itu terdapat beberapa perizinan yang membutuhkan koordinasi intens dengan beberapa pemangku kepentingan, antara lain: crossing jalur kereta api (PT KAI, Direktorat Prasana Perkeretaapian, Ditjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan); crossing pipa yang melewati sungai kepemilikan BBWS Cilicis; dan crossing jalan tol (PT Jasa Marga dan Badan Usaha Jalan Tol)

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Komersial & Adkon WTJJ, M. Randal Tarigan menambahkan, terdapat 5 hal yang harus disiapkan pada saat pengurusan perizinan, yaitu: Detail Engineering Design (DED), schedule pelaksanaan, AMDAL, Surat Permohonan & Pernyataan, serta Identitas Pemohon. Selain itu, ia juga menggarisbawahi pentingnya perencanaan, monitoring dan evaluasi pada proses perizinan Proyek SPAM Regional Jatiluhur I Jatiluhur ini sebagai lesson learned.

“Lakukan identifikasi izin & koordinasi dengan berbagai instansi atau stakeholder pemilik trase jalan dan area lahan. Kedua, kembangkan strategi pendekatan stakeholder berupa komunikasi, konsultasi, dan kolaborasi. Penting, Perolehan perizinan haruslah didapatkan sebelum jadwal konstruksi dimulai,” ujar Randal berbagi pembelajaran dan pengalaman WTJJ.

Selain perizinan, dalam workshop ini, WTJJ juga memberi advis timeline bagaimana tahapan BUP guna memenuhi persyaratan pendahuluan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Tahapan yang harus dilaksanakan secara berturut-turut adalah, Pembentukan BUP – Penandatanganan Perjanjian KPBU – Final Desain – Perizinan – Financial Closed.

#airbersihuntuksemua
#airbersihuntukmasadepan
#Optimizeeffortmaximizegoals

IG | @wikajatiluhur
YT | ptwikatirtajayajatiluhur
W|wikatirtajayajatiluhur.id

Bagikan di sosial media anda!

Beroperasinya SPAM Regional Jatiluhur 1 akan menambah akses air minum nasional hingga 2 juta orang.

Air yang dihasilkan oleh Instalasi Pengolahan Air WTJJ memiliki kualitas air yang tinggi dan sesuai dengan kualitas air minum yang dipersyaratkan dalam Permenkes No 492 Tahun 2010.