Dalam upaya memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) terus menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan yang memberikan dampak sosial positif (social impact) bagi masyarakat. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan komunitas seni lokal Sanggar Putra Mayangsari Cijantung, yang menampilkan pertunjukan Tanjidor, musik tradisional khas Betawi, dalam rangkaian acara Knowledge Management Festival 2025 di WIKA Tower 2. (30/10)

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi keberlanjutan sosial WTJJ dalam memperkuat dimensi “S” dalam ESG, yaitu mempererat hubungan dengan masyarakat dan mendukung pelestarian warisan budaya lokal.

Melalui kolaborasi ini, WTJJ berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan komunitas seni dan ekonomi kreatif daerah, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan membuka ruang partisipasi bagi pelaku seni lokal, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan menjaga keberlanjutan identitas budaya di tengah modernisasi. Sinergi antara dunia industri dan komunitas seni ini menciptakan nilai sosial yang inklusif, memperkuat kohesi sosial, dan menegaskan bahwa pelestarian budaya adalah bagian dari pembangunan berkelanjutan yang holistik.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ), Rendy Ardiansyah turut berpartisipasi dalam Knowledge Battle dan berhasil meraih gelar juara melalui presentasi berjudul “A Story of Hope Starring WIKA Tirta Jaya Jatiluhur.” Bukti nyata membawa kisah inspiratif tentang air, harapan, dan masa depan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, beliau mengangkat isu penting mengenai penurunan tanah (land subsidence) yang terjadi akibat penggunaan air tanah secara berlebihan, khususnya di wilayah Jakarta, Bekasi, dan Karawang. Melalui kisah dan data yang kuat, beliau mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap dampak nyata penurunan tanah, serta mendorong peralihan penggunaan dari air tanah ke air baku sebagai langkah nyata menjaga keberlanjutan lingkungan dan ketersediaan air bersih di masa depan.

Kontribusi ini menjadi bukti nyata kepemimpinan yang visioner dan komitmen WTJJ dalam mewujudkan pengelolaan air bersih yang tidak hanya efisien, tetapi juga berwawasan lingkungan dan sosial. Prestasi ini menggambarkan semangat inovasi dan pembelajaran yang menjadi bagian dari budaya perusahaan, serta mempertegas bahwa penerapan ESG bukan hanya tentang tanggung jawab eksternal, tetapi juga penguatan nilai dan karakter internal perusahaan.

Melalui sinergi dengan komunitas seni lokal, WTJJ berharap dapat terus membuka ruang kolaborasi yang mendorong pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa kemajuan bisnis dan pelestarian budaya dapat berjalan seiring, menghadirkan dampak sosial berkelanjutan, serta memperkuat peran WTJJ sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja ekonomi, tetapi juga pada pembangunan manusia dan identitas budaya bangsa.

Bagikan di sosial media anda!

Beroperasinya SPAM Regional Jatiluhur 1 akan menambah akses air minum nasional hingga 2 juta orang.

Air yang dihasilkan oleh Instalasi Pengolahan Air WTJJ memiliki kualitas air yang tinggi dan sesuai dengan kualitas air minum yang dipersyaratkan dalam Permenkes No 492 Tahun 2010.