BEKASI — Mikroplastik menjadi salah satu isu lingkungan yang semakin serius dan perlu mendapat perhatian lebih. Meski berukuran sangat kecil, partikel plastik ini menyimpan ancaman besar, baik bagi ekosistem maupun kesehatan manusia.

8 Juta Ton Sampah Plastik Setiap Tahun

Menurut penelitian, Indonesia menghasilkan sekitar 8 juta ton sampah plastik per tahun. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 9 persen yang berhasil didaur ulang. Sebagian besar sampah plastik berakhir di lingkungan, pecah menjadi partikel-partikel kecil, dan masuk ke perairan maupun tanah. Inilah yang kemudian dikenal sebagai mikroplastik.

Apa Itu Mikroplastik?

Mikroplastik adalah potongan plastik berukuran kurang dari 5 milimeter. Partikel ini berasal dari berbagai produk seperti botol plastik, kantong belanja, pakaian berbahan sintetis, hingga produk kosmetik. Seiring waktu, limbah plastik yang terbuang akan terurai menjadi potongan-potongan kecil, yang kemudian terbawa air hujan, masuk ke saluran air, sungai, hingga bermuara ke laut.

Partikel ini pun tak berhenti di situ. Mikroplastik dapat masuk ke tubuh ikan dan hewan laut lainnya, lalu berpotensi kembali ke tubuh manusia melalui konsumsi makanan laut.

Dampak Mikroplastik bagi Lingkungan dan Kesehatan

Keberadaan mikroplastik menimbulkan ancaman serius terhadap rantai makanan, kualitas lingkungan, dan kesehatan manusia. Penelitian menyebutkan bahwa mikroplastik yang terakumulasi dalam tubuh manusia bisa memengaruhi sistem hormon, menyebabkan gangguan metabolisme, hingga berisiko menumpuk di organ vital.

Selain itu, mikroplastik juga mencemari sumber air baku, mengganggu ekosistem perairan, serta menurunkan kualitas lingkungan hidup. Kondisi ini menjadi perhatian bagi banyak pihak, khususnya perusahaan yang bergerak di sektor pengelolaan air minum.

Komitmen WTJJ dalam Menjaga Kualitas Air

Sebagai water company nasional yang mengelola SPAM Regional Jatiluhur I, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) memiliki komitmen kuat dalam menjaga kualitas air dari hulu hingga ke pelanggan. Melalui fasilitas Water Treatment Plant (WTP) modern yang tersebar di IPA Bekasi dan IPA Cibeet, proses pengolahan air minum dilakukan secara ketat untuk memastikan air aman, sehat, dan bebas dari kontaminan berbahaya, termasuk partikel mikroplastik.

Sistem pengolahan air di SPAM Regional Jatiluhur I dilengkapi dengan teknologi filtrasi berlapis yang berfungsi menyaring partikel halus dan mikroplastik sebelum air didistribusikan ke masyarakat. Langkah ini merupakan bagian dari kontribusi WTJJ dalam mendukung ketahanan air nasional sekaligus memastikan keberlanjutan lingkungan.

Bagian dari Tanggung Jawab Bersama

Ancaman mikroplastik tidak bisa diatasi hanya oleh satu pihak. Kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memilih alternatif ramah lingkungan menjadi langkah sederhana namun berdampak besar. WTJJ juga terus mendorong budaya hemat air, peduli lingkungan, dan menjaga kebersihan sumber air melalui berbagai kampanye edukasi.

Melalui komitmen tersebut, WTJJ berharap dapat berkontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor pengelolaan air minum.**

Bagikan di sosial media anda!

Beroperasinya SPAM Regional Jatiluhur 1 akan menambah akses air minum nasional hingga 2 juta orang.

Air yang dihasilkan oleh Instalasi Pengolahan Air WTJJ memiliki kualitas air yang tinggi dan sesuai dengan kualitas air minum yang dipersyaratkan dalam Permenkes No 492 Tahun 2010.