PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat transparansi tata kelola bisnis berkelanjutan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor infrastruktur air bersih. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif WTJJ sebagai narasumber pada ajang Lestari Summit 2026 yang diselenggarakan oleh Kompas Lestari di Jakarta, Rabu (22/7).

Dalam forum tersebut, Direktur Utama WTJJ, Rendy Ardiansyah, hadir sebagai salah satu panelis utama pada sesi diskusi bertajuk “Accountability, Reporting & Corporate Readiness: Indonesian Sustainability Reporting Readiness – Compliance Trend, Next POJK, and Corporate Challenges.”

Diskusi ini membahas kesiapan perusahaan di Indonesia dalam menghadapi perkembangan regulasi pelaporan keberlanjutan, arah kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta tantangan korporasi dalam menyusun laporan ESG yang transparan, akuntabel, dan selaras dengan praktik terbaik global.

Sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) Proyek Strategis Nasional SPAM Regional Jatiluhur I, WTJJ meyakini bahwa penyediaan air bersih tidak hanya berorientasi pada keandalan operasional, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan tata kelola perusahaan yang berintegritas. Oleh karena itu, prinsip ESG telah diintegrasikan ke dalam strategi bisnis perusahaan sebagai fondasi dalam menciptakan nilai jangka panjang.

Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab, WTJJ hadir sebagai salah satu perusahaan yang mendorong transformasi sektor air Indonesia menuju industri yang lebih berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam setiap aspek operasional, WTJJ membuktikan bahwa penyediaan layanan air bersih dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, tata kelola yang akuntabel, serta penciptaan dampak sosial bagi masyarakat. Berbagai inisiatif yang dijalankan perusahaan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Clean Water and Sanitation), melalui efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, pemanfaatan green financing, penyediaan akses air minum publik, edukasi konservasi air, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Komitmen tersebut turut tercermin dari capaian ESG Score sebesar 55, yang menempatkan WTJJ sebagai perusahaan dengan skor ESG tertinggi di sektor air Indonesia serta termasuk dalam jajaran lima besar perusahaan sektor air di tingkat global berdasarkan penilaian S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA). Capaian ini semakin memperkuat posisi WTJJ sebagai salah satu pelopor implementasi ESG di industri air nasional.

Direktur Utama WTJJ, Rendy Ardiansyah, menyampaikan bahwa pelaporan keberlanjutan saat ini bukan lagi sekadar pemenuhan kewajiban regulasi (compliance check-box), melainkan fondasi utama dalam membangun kepercayaan para pemangku kepentingan.

“Bagi WTJJ, keterbukaan informasi dan akuntabilitas adalah kunci. Dalam pengoperasian proyek strategis seperti SPAM Regional Jatiluhur I, pelaporan keberlanjutan membantu kami mengukur dampak lingkungan secara presisi, mulai dari efisiensi energi, dekarbonisasi, hingga pengelolaan rantai pasok hijau. Kesiapan melapor ini terbukti meningkatkan kepercayaan mitra Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta masyarakat,” ujar Rendy Ardiansyah.

Lebih lanjut, Rendy juga menyoroti pentingnya kesiapan industri dalam mengantisipasi pembaruan regulasi OJK terkait keuangan berkelanjutan. Ia membagikan pengalaman WTJJ dalam membangun sistem pengumpulan, validasi, dan pelaporan data ESG yang andal, termasuk pengelolaan data emisi yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama dalam penyusunan laporan keberlanjutan yang kredibel.

Melalui keikutsertaan dalam Lestari Summit 2026, WTJJ berharap dapat memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, regulator, akademisi, dan penyedia solusi untuk mendorong lahirnya standar pelaporan ESG yang semakin kuat, adaptif, dan berdaya saing global. Sejalan dengan visi perusahaan “Transforming Water for a Better Tomorrow”, WTJJ akan terus mengambil peran sebagai perusahaan air yang tidak hanya menghadirkan layanan air bersih berkualitas, tetapi juga menjadi katalis percepatan implementasi ESG dan pencapaian SDGs di Indonesia.

Bagikan di sosial media anda!

Beroperasinya SPAM Regional Jatiluhur 1 akan menambah akses air minum nasional hingga 2 juta orang.

Air yang dihasilkan oleh Instalasi Pengolahan Air WTJJ memiliki kualitas air yang tinggi dan sesuai dengan kualitas air minum yang dipersyaratkan dalam Permenkes No 492 Tahun 2010.