Anggota Tim Komisi VI DPR RI melaksanakan kunjungan kerja spesifik ke KPBU PSN SPAM Regional Jatiluhur I yang dikembangkan dan dikelola oleh PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur selaku Badan Usaha Pelaksana KPBU, pada Jumat (13/03). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau secara langsung pengelolaan serta operasional infrastruktur penyediaan air minum yang menjadi salah satu proyek strategis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di kawasan Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap pengembangan infrastruktur pelayanan dasar, khususnya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), guna memastikan proyek berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

SPAM Regional Jatiluhur I merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dibangun untuk meningkatkan akses air minum perpipaan bagi masyarakat. Sistem ini memanfaatkan sumber air baku dari Waduk Jatiluhur dan memiliki kapasitas produksi hingga 4.750 liter per detik, yang didistribusikan ke beberapa wilayah layanan di DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, serta Karawang.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan Komisi VI DPR RI memperoleh pemaparan mengenai sistem operasional, kapasitas produksi, serta distribusi air dari SPAM Regional Jatiluhur I yang memanfaatkan sumber air baku dari Waduk Jatiluhur. Infrastruktur ini berperan penting dalam meningkatkan akses air minum layak sekaligus mendukung ketahanan air di wilayah metropolitan.

Ketua Tim Kunjungan Kerja, Dr. Ir. H.E. Herman Khaeron, M.Si.  menyampaikan bahwa pengembangan SPAM menjadi salah satu kunci dalam memperkuat layanan dasar bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya air.

“SPAM Regional Jatiluhur I merupakan infrastruktur strategis yang sangat penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum yang aman dan berkualitas. Kami berharap pengelolaannya dapat terus dioptimalkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat di wilayah Jakarta, Bekasi, dan Karawang,” ujarnya.

Para anggota dewan juga meninjau langsung fasilitas instalasi pengolahan air serta berdialog dengan pengelola mengenai berbagai tantangan dan peluang pengembangan layanan air minum ke depan, termasuk peningkatan kapasitas, efisiensi distribusi, dan keberlanjutan operasional.

Direktur Utama PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur, Rendy Ardiansyah, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat dukungan terhadap pengembangan infrastruktur air minum nasional.

“Kunjungan Komisi VI DPR RI ini menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap pengembangan infrastruktur air minum strategis nasional. Kami berharap sinergi antara pemerintah, BUMN, dan para pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga layanan air minum yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” ujar Rendy.

Sebagai catatan, pengembangan SPAM Regional Jatiluhur I merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pasokan air minum berbasis air permukaan di wilayah Jakarta, Bekasi, dan Karawang, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pemanfaatan air tanah. Namun, optimalisasi pemanfaatannya masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain kesiapan jaringan distribusi PDAM di daerah layanan, keberlanjutan pengelolaan sumber air baku dari Waduk Jatiluhur, serta efektivitas tata kelola operasional dan pembiayaan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Melalui peninjauan langsung ini, Komisi VI DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan infrastruktur strategis yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta penguatan ketahanan sumber daya air di Indonesia.

Bagikan di sosial media anda!

Beroperasinya SPAM Regional Jatiluhur 1 akan menambah akses air minum nasional hingga 2 juta orang.

Air yang dihasilkan oleh Instalasi Pengolahan Air WTJJ memiliki kualitas air yang tinggi dan sesuai dengan kualitas air minum yang dipersyaratkan dalam Permenkes No 492 Tahun 2010.