PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ)/KPBU SPAM Regional Jatiluhur I resmi dinobatkan sebagai Pemenang Bentley Year in Infrastructure 2025 – Going Digital Awards untuk kategori Water and Wastewater 🏆

WTJJ berhasil unggul dari dua finalis lainnya asal Kolombia (Empresas Públicas de Medellín EPM) dan Tiongkok (CSCEC AECOM Consultants Co., Ltd.). WTJJ menjadi satu-satunya perusahaan air perwakilan Indonesia yang berhasil lolos hingga tahap final dan akhirnya dinobatkan sebagai pemenang pada ajang bergengsi tersebut.

Ajang penghargaan ini diselenggarakan oleh Bentley Systems untuk mengapresiasi proyek infrastruktur terbaik dunia berdasarkan inovasi digital, efisiensi operasional, keberlanjutan, serta dampak sosial dan lingkungan. Pengakuan ini menempatkan WTJJ sebagai salah satu contoh praktik terbaik dalam pengembangan infrastruktur air modern berbasis teknologi.

Direktur Utama WTJJ, Rendy Ardiansyah, menyampaikan, “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi dan komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur air yang berkelanjutan telah mendapat pengakuan global. Kami berharap pencapaian ini dapat memotivasi seluruh insan perusahaan untuk terus menghadirkan solusi terbaik bagi masyarakat serta mendukung pembangunan infrastruktur air yang lebih hijau dan efisien.”

Pencapaian ini memperkuat visi WTJJ menjadi perusahaan terpercaya di sektor penyediaan air minum untuk masa depan yang lebih baik, sekaligus menjadi percontohan pengembangan Green Water Infrastructure maupun KPBU SPAM di Indonesia. Ke depan, WTJJ berkomitmen untuk terus mendorong transformasi digital, inovasi layanan, dan kolaborasi strategis guna menghadirkan sistem penyediaan air yang andal, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat di Indonesia.

Bagikan di sosial media anda!

Beroperasinya SPAM Regional Jatiluhur 1 akan menambah akses air minum nasional hingga 2 juta orang.

Air yang dihasilkan oleh Instalasi Pengolahan Air WTJJ memiliki kualitas air yang tinggi dan sesuai dengan kualitas air minum yang dipersyaratkan dalam Permenkes No 492 Tahun 2010.